Semua Artikel

Gambar DARI GENERASI KE GENERASI KHIDMAT NU MENEGUHKAN ASWAJA DI BUMI JEPARA
01-11-2026, 08:08

DARI GENERASI KE GENERASI KHIDMAT NU MENEGUHKAN ASWAJA DI BUMI JEPARA

DARI GENERASI KE GENERASI KHIDMAT NU MENEGUHKAN ASWAJA DI BUMI JEPARA Nur Khandir Ketua PC. Pergunu Masa Khidmat 2015-2021 Dewan Pendidikan Jepara  (DPJ) Periode 2025-2030 Penulis Buku “Ma’arif NU Jepara Undercover Kugapai Dalam Kenangan” Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926 M) di Surabaya oleh beberapa ulama terkemuka yang kebanyakan adalah pemimpin/pengasuh pesantren. Nahdlatul Ulama (NU) sejak mula dan tanpa malu-malu menyebut dirinya sebagai organisasi yang berjuang mempertahankan Ahlissunnah wal Jama’ah. Sebelum adanya NU pun, pesantren-pesantren adalah gawang utama Ahlissunnah wal Jama’ah. Tentu, bukan sembarang Aswaja. Yang dimaksudkan adalah aswaja yang terutama bermadzhab, dan lebih-lebih lagi yang berada dalam lingkungan empat madzhab besar fikih, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Dan secara praktik, masyarakat pesantren dan NU mengamalkan madzhab Syafi’i, kecuali dalam hal yang menyebabkan lebih maslahat pindah ke madzhab lain. Tujuan didirikannya adalah berlakunya ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja); menganut salah satu madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali), baik secara qauli maupun secara manhaji dalam bidang fiqhnya; dan mengikuti Imam al Junaid al Baghdadi (w. 297 H.) dan Abu Hamid al Ghazali (450-505 H./1058-1111 M.) dalam bidang tasawufnya. Hadratussyauikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari (1287-1336 H./1871-1947 M.) menyebutkan dalam kitabnya Ziyadat Ta’liqat: 23-24) tentang definisi Ahlussunnah:   أما أهل السنة فهم أهل التفسير والحديث والفقه فإنهم المهتدون المتمسكون بسنة النبي صلى الله عليه وسلم والخلفاء بعده الراشدين وهم الطائفة الناجية، فقالوا وقد اجتمعت اليوم في مذاهب أربعة الحنفيون والشافعيون والمالكيون والحنبليون. “Adapun Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadits dan ahli fikih. Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi saw dan atsar Khulafaur Rasyidin setelahnya. Mereka adalah kelompok yang selamat (al-firqah al-najiyah). Mereka mengatakan, bahwa kelompok tersebut sekarang ini terhimpun dalam madzhab yang empat, yaitu pengikut Madzhab hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hambali”. Hadratussyauikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari menambahkan:   وقد كان مسلمو الأقطار الجاوية في الأزمان السالفة الخالية متقفي الآراء والمذهب ومتخذ المأخذ والمشرب فهم في الفقه على المذهب النفيس مذهب الإمام محمد بن إدريس، وفي أصول الدين على مذهب الإمام أبي الحسن الأشعري، وفي التصوف على مذهب الإمام الغزالي والإمام الشاذلي رضي الله عنهم أجمعين.   “Umat Islam penduduk tanah Jawa telah sepakat sejak dulu tentang pandangan keagamaan dan sumber rujukannya. Dalam bidang fikih mengikuti madzhab Muhammad bin Idris asy Syafi’i, di bidang ushuluddin (teologi) berpegang pada madzhab Imam Abi al Hasan al Asy’ari dan dalam bidang Tashawwuf mengikuti madzhab Imam al Ghazali dan asy Syadzili”. Ini berarti NU adalah organisasi keagamaan yang secara konstitusional membela dan mempertahankan Aswaja, dengan disertai batasan yang fleksibel. Sebagai organisasi sosial keagamaan (al-Jam’iyah al-Diniyah wa al Ijtima’iyah), NU merupakan bagian integral dari wacana pemikiran sunni. Terlebih lagi, jika kita telusuri lebih jauh, bahwa penggagas berdirinya NU memiliki pertalian sangat erat dengan para ulama “Haramain” (Makkah-Madinah) pada masa di bawah kekuasaan Turki Utsmani yang ketika itu berhaluan Aswaja. Sejak dari dulu di Jepara, corak Islam dan ulama’-ulama’nya berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah, untuk menyebut beberapa nama antara lain : Kiai Umar Mayong, Kiai Sanwasi, Kiai Abdurrosul, KH. Zain bin Sulaiman, dan KH. Hasbullah, fakta tersebut diperkuat dengan kegiatan dakwah keliling yang dilakukan oleh KH. Asnawi Kudus di wilayah Jepara selatan turut memperkuat berkembangnya paham Aswaja di Jepara. Dengan fakta demikian, ketika NU didirikan pada tahun 1926 tidak begitu sulit bagi organisasi NU mengembangkan cabangnya di Jepara. Mengingat, secara amaliyah komunitas muslim Jepara sejalan dengan NU, selain itu juga sikap yang akomodatif terhadap budaya lokal. Untuk tidak mengatakan sebagai pendiri NU di Jepara beberapa ulama’ generasi awal yang menjadi pengurus NU di Jepara antara lain : KH. Ahmad Fauzan, KH. Abdur Rosyid, KH. Yasin, KH. Faqih, H. Moch Haroen, H.M. Dimjathi, H.M. Cholil, Moech Moechsin, Moch Abdullah dan Moch Machien. Ijinkan lewat tulisan ini, penulis ingin menyampaikan dari generasi ke generasi khidmat NU meneguhkan Aswaja di bumi Kartini Jepara :   Rais Syuriyah PCNU Jepara dari masa ke masa : KH. Ahmad Fauzan Jepara, masa khidmat 1936 – 1972 KH. Abdur Rosyid Saripan, masa khidmat 1972-1981 KH. Yasin Sholeh Gleget Mayong Lor, masa khidmat 1981-1983 KH. Mc. Amin Sholeh Bangsri, masa khidmat 1983-1985 KH. Ali Ahmadi Bugel, masa khidmat 1985-1999 KH. Ahmad Kholil Bakalan Kalinyamatan, masa khidmat 1999-2014 KH. Kamil Ahmad Purwogondo Kalinyamatan,  masa khidmat 2014-2015 KH. Ubaidillah Noor Umar Bandungharjo Donorojo, masa khimdat 2015-2021 KH. Hayatun Nufus Abdullah Khadziq Gemiring Lor Nalumsari, masa khidmat 2021-2026   Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara dari masa ke masa : KH. Abdur Rosyid Saripan, masa khidmat 1936-1940 H. Pranoto Potroyudan, masa khidmat 1940-1955 K. Ismail Jepara, masa khidmat 1955-1977 KH. Zubaidi Ali Panggang, masa khidmat 1977-1987 KH. Muhammady Qosim, B. Sc. Pengkol, masa khidmat 1987-2000 KH. Mahfudz Asymawi Pecangaan Kulon, masa khimdat 2000-2001 KH. Ahmad Zuhud Saripan, masa khidmat 2001-2005 KH. Nuruddin Amin, S.Ag., M.M. Bangsri, masa khimdat 2005-2012 Drs. KH. Asyhari Syamsuri, M.M. Bapangan, masa khidmat 2012-2015 KH. Hayatun Nufus Abdullah Khadziq Gemiring Lor Nalumsari, masa khidmat 2015-2021 KH. Charis Rohman Sinanggul Mlonggo, masa khidmat 2021-2026 Referensi : Dokumen Muktamar NU di Magelang tahun 1939 Buku KH. Ahmad Fauzan (Biografi, Pemikiran, dan Peranannya di Jepara) M. Dalhar 2022 Buku Ma’arif NU Jepara Undercover Kugapai Dalam Kenangan, Nur Khandir 2024 Zakaria Anshori (Ketua PC LTN NU Jepara 2010-2015) Makalah KH. Ahmad Fauzan dan Jejaring Ulama’ di Jepara dari Perang Diponegoro Sampai Awal Kemerdekaan Dr. Muh. Khamdan, MA. Hum. Wawancara di rumahnya Gus Bin Himma Muhammad Burhan, M.Ag. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, pada tanggal 15 Maret 2026 M / 25 Ramadhan 1447 H, beliau mendapat cerita dari abahnya, dulu H. Pranoto (keluarga wedono, beliau masih kerabat KH. Ahmad Fauzan dari istrinya yaitu Ibu Nyai Hj. Mukminah) pernah menjadi ketua Tanfidziyah PCNU Jepara, seorang birokrat ahli dibidang administrasi tata kelola pemerintahan yang alamat rumahnya Potroyudan Jepara, sekarang menjadi Jalan Pemuda Jepara, ancar-ancar rumahnya sekarang ditempati Gedung BNI Jepara.
Selengkapnya
Gambar Apel Hari Santri di MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan: Santri Harus Siap Sambut Indonesia Emas
24-10-2026, 07:55

Apel Hari Santri di MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan: Santri Harus Siap Sambut Indonesia Emas

JEPARA — Kemeriahan perayaan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Kamis (22/10/2026) terasa begitu khidmat dan semarak di MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. Bertempat di halaman madrasah, rangkaian peringatan diawali dengan Khotmil Qur'an oleh dewan guru dan tenaga kependidikan (tendik), lalu dilanjutkan dengan Apel Hari Santri Nasional. Apel tahunan ini diikuti oleh jajaran Pembina dan Pengurus YAPI Nahdlatul Fata, Dewan Guru, Tenaga Kependidikan, serta ratusan santri dan siswa-siswi MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Aitam Asy-Syifa Petekeyan, Kiai Abdullah Manaf, hadir secara langsung memimpin jalannya apel. Mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", Kiai Manaf menyampaikan pesan mendalam terkait peran strategis santri dalam menyongsong masa depan bangsa. > "Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi tentang gedung- gedung tinggi atau fasilitas mewah dan canggih, Indonesia emas adalah tentang peradaban yang mulia, masyarakat yang sejahtera, dan bangsa yang bermartabat di mata dunia. Hal tersebut papar Kiai Manaf dapat diraih manakala para santri menegakkan pilar-pilarnya, yaitu akhlak dan ilmu yang kokoh," ujar Kiai Manaf di hadapan ratusan peserta apel. Lebih lanjut Kiai Manaf menekankan tiga hal utama yang wajib dipersiapkan oleh para santri dalam menghadapi tantangan zaman: Pertama, menguatkan Karakter dan Akidah: Santri harus mampu menjadi benteng moral masyarakat serta memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah. Santri harus santun di dunia nyata bijak di dunia maya. Kedua, menguasai Kunci Masa Depan: Santri diimbau tidak gagap teknologi. "Tangan kanan boleh menggenggam kitab kuning, namun tangan kiri harus mahir mengoperasikan sains, teknologi, dan bahasa dunia," tegasnya.   Ketiga, mengembangkan Ilmu dan Ta'dzim pada Guru: Ilmu pengetahuan dan agama harus selalu berjalan seiring, saling menguatkan, dan saling mendukung sehingga semakin menambah manfaat. Namun hal tersebut juga harus dibarengi dengan rasa hormat (ta'dzim) dan takzim kepada para kiai serta guru sebagai salah satu sumber ilmu sehingga diraih keberkahan ilmu. Usai pelaksanaan apel HSN,  kemeriahan dilanjutkan dengan Karnaval Hari Santri yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi MTs-MA NU Nahdlatul Fata. Menempuh rute sepanjang 2 kilometer, para peserta melintasi Jalan Paving, Jalan Randu Sirahan, hingga Jalan Jepara-Bugel, sebelum akhirnya kembali finish di halaman madrasah. Selama perjalanan, para santri mengekspresikan rasa cinta mereka terhadap dunia pesantren dan para kiai melalui beragam kreasi properti serta poster berisi pesan-pesan kearifan lokal yang menarik perhatian warga sekitar. ( Sub)
Selengkapnya
Gambar HIMMAH DAN KONSISTENSI YANG TAK PERNAH HENTI
22-10-2026, 10:22

HIMMAH DAN KONSISTENSI YANG TAK PERNAH HENTI

لِكُلٍّ إِلَى شَأْوِ الْعُلَا حَرَكَاتٌ وَلَكِنْ عَزِيزٌ فِي الرِّجَالِ ثَبَاتُ   "Setiap orang memiliki usaha untuk mencapai derajat yang tinggi, tetapi hanya sedikit orang yang mampu tetap teguh dan konsisten." (Ta'limul Muta'allim)   Dari Madrasah dan Pesantren kita belajar bahwa himmah yang tinggi sudah seharusnya diiringi dengan konsistensi yang tak pernah henti. Sebab, perjalanan menuntut ilmu bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah atau seberapa tinggi kita mencapai cita-cita, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga niat, adab, dan ketawadhuan dalam setiap langkahnya. Dan sejauh apa pun kita berlayar, sehebat apa pun kita nanti, jangan pernah lupa bahwa kita tetaplah santri yang senantiasa butuh akan mengaji dan tholabul ilmi. Sebab, ilmu bukan sekadar untuk meninggikan derajat diri, melainkan juga untuk memberikan manfaat bagi sesama serta mendekatkan diri kepada Sang ilahi rabbi. Semoga dimapun Kita berada, keberkahan doa para guru dan kiai senantiasa menyertai setiap ikhtiar kita semua. Selamat Hari Santri Nasional 2026. (Ahmad Dhiyaul Wahid - France)
Selengkapnya
Gambar MEMUPUK MODERASI BERAGAMA, MELALUI KURIKULUM BERBASIS CINTA
21-10-2026, 10:19

MEMUPUK MODERASI BERAGAMA, MELALUI KURIKULUM BERBASIS CINTA

PENDAHULUAN Sebagai guru kami menyadari bahwa moderasi beragama sangat penting sebagai dasar murid untuk menghadapi dunia yang selalu dinamis dan berubah-ubah saat ini. Sehingga perlu pembelajaran untuk menata diri agar dapat fleksibel (lentur) dalam menghadapi setiap perbedaan apalalagi kita hidup pada masyarakat dengan mayoritas Muslim di Jepara. Hal ini sangat penting karena di masa depan nanti akan lebih menantang dari zaman sekarang akibat perubahan sosial yang semakin masif. Jika dasar fleksibilitas tersebut tidak dimiliki anak maka di masa depan nanti akan menjadi bumerang dan menghambat kemajuan dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Dapat kita lihat dalam beberapa dekade terakhir ini, tantangan dalam beragama kerap diwarnai oleh klaim kebenaran tunggal, sikap intoleran, dan prasangka buruk antar kelompok. Fenomena ini kerap kali masuk ke lingkungan pendidikan formal, tempat di mana generasi muda dibentuk. Madrasah yang seharusnya menjadi ruang inklusif dan ramah keragaman kadang kala justru menjadi persemaian benih-benih egoisme diri. Oleh karena itu, gagasan moderasi beragama menjadi agenda penting nasional untuk memupuk toleransi pada generasi muda Indonesia. Moderasi beragama bukan berarti memoderasi dalam agama itu sendiri, karena agama pada hakikatnya sudah sempurna dan mengajarkan kebaikan. Memoderasi adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama pemeluknya agar tetap berada di jalur tengah (wasathiyah). Untuk mewujudkan hal tersebut secara berkelanjutan, pendidikan adalah benteng utama. Disinilah pentingnya menghadirkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai fondasi pedagogis untuk memupuk moderasi beragama sejak dini.   PENTINGNYA CINTA DALAM MEMUPUK MODERASI BERAGAMA Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukanlah sekadar tumpukan materi pelajaran baru, melainkan sebuah orientasi dan metodologi dalam proses pembelajaran. Cinta dalam konteks ini dipahami sebagai empati yang mendalam, rasa hormat terhadap martabat kemanusiaan, serta dorongan untuk mengasihi sesama makhluk tanpa dibatasi oleh sekat dogmatis. Selama ini, pendidikan agama kerap berfokus pada dimensi formal, tekstual, dan doktrinal yang kaku. Pembelajaran agama seringkali terjebak pada dikotomi penekanan fikih atau tata hukum yang berpusat pada surga dan neraka, serta menanamkan sikap defensif terhadap kelompok luar (agama lain).  Jika pendekatan tersebut tanpa dibentengi oleh rasa cinta dan kemanusiaan, maka akan rentan melahirkan manusia yang cakap secara ritual, tetapi tumpul secara sosial dan emosional. Kurikulum berbasis cinta mengalihkan titik tekan pembelajaran dari ketakutan menuju kasih sayang. Pendidikan agama dan kewarganegaraan dirancang untuk mengetuk pintu hati murid, mengasah kepekaan nurani, dan menumbuhkan kesadaran bahwa seluruh manusia adalah saudara dalam kemanusiaan. Sebagaimana ungkapan masyhur Sayyidina Ali bin Abi Thalib: "Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan.” Sehingga kasih sayang kepada sesama manusia sangat penting dalam mengasah moderasi beragama.   PILAR UTAMA PEMBENTUKAN MODERASI BERAGAMA Penerapan kurikulum berbasis cinta untuk memupuk moderasi beragama dapat ditopang melalui empat pilar utama:  Literasi Keagamaan yang benar dan Inklusif Langkah awal dari kurikulum berbasis cinta adalah membangun literasi keagamaan yang benar dan inklusif. Ketakutan dan kebencian terhadap kelompok lain sering kali bersumber dari ketidaktahuan seseorang. Kurikulum harus menyediakan ruang dialog interaktif yang memungkinkan siswa memahami ajaran dasar agama-agama lain secara objektif dan bernuansa rasa hormat. Materi ajaran difokuskan pada hal-hal yang universal yang berkaitan dengan kepentingan seluruh umat beragama, seperti ajaran tentang perdamaian, keadilan, kejujuran, dan belas kasih yang ada di setiap agama. Mengutamakan Nilai Kemanusiaan daripada Dogmatisme yang Kaku Cinta mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan saat berhadapan dengan perbedaan. Dalam Kurikulum Berbasis Cinta, siswa diajarkan untuk melihat pemeluk agama lain sebagai manusia yang sama di mata Tuhan YME. Pendidikan menekankan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh mengurangi hak-hak dasar seorang manusia untuk dicintai, dihormati, dan dilindungi. Ketika rasa cinta kepada kemanusiaan telah mengakar, dogmatisme kaku akan luntur dengan sendirinya. Penerapan Pembelajaran Berbasis Pengalaman Cinta dan kasih sayang tidak bisa diajarkan hanya melalui ceramah satu arah atau hafalan teks saja, cinta dan kasih sayang itu harus dirasakan dan dipraktikkan. Oleh karena itu, metodologi pembelajaran harus bergeser ke arah pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Madrasah dapat merancang kegiatan sosial lintas iman, kunjungan budaya, hingga kerja bakti di lingkungan yang melibatkan masyarakat dari latar belakang agama yang berbeda. Melalui interaksi nyata ini, siswa mengalami langsung indahnya kebersamaan dan menumbuhkan empati sosial yang kuat. Keteladanan Pendidik Guru adalah muara utama dari Kurikulum Berbasis Cinta. Guru yang moderat dan penuh kasih akan memancarkan energi positif di kelas. Dalam kurikulum ini, guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar (transfer of knowledge), tetapi juga sebagai fasilitator jiwa (nurturer of soul). Guru harus memiliki sikap terbuka, tidak menghakimi, serta menjadi teladan dalam menghargai perbedaan pendapat di dalam ruang kelas.   IMPLIKASI DAN STRATEGI IMPLEMENTASI DI SEKOLAH Mengintegrasikan kurikulum berbasis cinta ke dalam sistem pendidikan nasional tidak harus berarti merombak seluruh struktur kurikulum yang ada, melainkan memasukkan nilai, pendekatan, dan suasana belajar yang berorientasi pada kasih sayang ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, khususnya Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila. Strategi pengoreksian bahan ajar perlu ditingkatkan menjadi lebih baik. Bahan ajar perlu dibersihkan dari narasi-narasi kebencian atau sudut pandang yang dapat merendahkan keyakinan orang lain. Narasi yang diangkat adalah kisah-kisah keteladanan tokoh-tokoh perdamaian, toleransi, dan aksi kemanusiaan tanpa memandang sekat agama dan sosial. Penciptaan Ekosistem Sekolah yang Ramah dan Inklusif perlu ditingkatkan dengan cara yang lebih baik. Lingkungan sekolah harus menjadi miniatur masyarakat yang toleran untuk membentuk karakter siswa yang moderat dalam hal apapun. Kebijakan madrasah harus menjamin hak-hak seluruh siswa tanpa diskriminasi, baik dalam kegiatan sosial maupun kegiatan ekstrakurikuler. Penguatan Budaya Sekolah (School Culture) sangat penting dengan cara mengembangkan tradisi dialog, apresiasi terhadap keberagaman, dan kebiasaan saling membantu (humanitarian project) sebagai bagian dari aktivitas rutin yang dilakukan siswa di madrasah.   KESIMPULAN Moderasi beragama bukanlah pilihan sukarela, melainkan sebuah keniscayaan bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang majemuk. Upaya merawat toleransi dan kerukunan tidak cukup hanya diikat oleh aturan hukum atau slogan politik, melainkan harus diakar secara mendalam dalam diri setiap warga negara melalui jalur pendidikan formal maupun non formal. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menawarkan pendekatan pedagogis yang humanis, komprehensif, dan transformatif. Dengan menanamkan dalam diri setiap siswa tentang rasa cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada tanah air. Dalam hal ini kita sedang membangun generasi masa depan yang memiliki keteguhan iman tanpa harus membenci perbedaan, serta memiliki kelembutan hati untuk merangkul sesama. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) inilah, pohon moderasi beragama dipupuk sehingga tumbuh rindang, berakar kuat, dan berbuah manis berupa perdamaian serta harmoni bagi Indonesia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. (ARIF)   DAFTAR PUSTAKA Ali, M. (2020). Pendidikan Islam dan moderasi beragama: Mengembangkan sikap inklusif dan toleran di sekolah. Kencana. Azra, A. (2019). Reinterpretasi tradisi keagamaan: Islam, inklusivisme, dan kebhinekaan. Gramedia Pustaka Utama. Freire, P. (2018). Pendidikan kaum tertindas (A. Utomo, Penerjemah). LP3ES. (Karya asli diterbitkan 1970). Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Lentera Hati. Zamroni, Z. (2022). Metodologi pembelajaran berbasis kasih sayang (love-based pedagogy) dalam membangun karakter siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kebudayaan, 10(2), 112–126.  
Selengkapnya
Gambar Dukung Optimalisasi Potensi, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MTs-MA NU Nahdlatul Fata Gelar Pelatihan Manajemen Media Sosial
21-10-2026, 08:27

Dukung Optimalisasi Potensi, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MTs-MA NU Nahdlatul Fata Gelar Pelatihan Manajemen Media Sosial

Jepara (MTs-MA NU Nahdlatul Fata) — Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MTs-MA NU Nahdlatul Fata menggelar kegiatan manajemen media sosial yang ditujukan kepada admin kelas. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer pada Senin (19/10/2026). 27 peserta yang hadir diantaranya adalah admin medsos kelas dan Unit Ekstrakurikuler. Kegiatan pelatihan ini juga turut dihadiri oleh Kepala MTs. Nahdlatul Fata Petekeyan Ma’ruf, S.E., M.Pd. pelatihan dibuka dengan sambutan oleh Bapak Ma’ruf yang menyampaikan apresiasi atas terlaksanannya pelatihan ini. beliau juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah bersama dalam memaksimalkan potensi siswa-siswi. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Pimpinan Komisariat IPPNU MA NU Nahdlatul Fata Novya Ihda Valasifa. Dalam sambutannya, Via berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang baik antara para peserta dan Tim Media Madrasah untuk bersama-sama mengembangkan potensi dan berkolaborasi. “Kami berharap pelatihan ini tetap dapat dilanjutkan dengan kerja sama yang terjalin, sehingga kolaborasi dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi pengembangan potensi media di MTs-MA NU Nahdlatul Fata” ungkap Via. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, tahlil dan menyanyika lagu Indonesia Raya serta Mars IPNU-IPPNU sebagai identitas yang perlu dijaga oleh rekan-rekanita IPNU-IPPNU. Kegiatan pelatihan ini dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi. Pada sesi materi ini diisi oleh Khoirul Anam (Alumni MTs-MA Nafa) yang juga aktif sebagai pegiat medsos di Kabupaten Jepara. Pembahasan pentingnya manajemen media sosial dalam mendukung optimalisasi media di era digital. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan konten berbasis narasi cerita (storytelling-based) dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi audiens. Dalam sesinya, Anam juga menyampaikan bahwa konten yang menarik dan edukatif sangat ditekankan untuk para pelajar dalam mengasah skill tersebut. Tidak berhenti pada pemaparan materi pserta kemudian diajak sharring session dan Tanya jawab interaktif, melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep perencanaan konten, tetapi juga mengaplikasikannya . Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata untuk peserta yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan pemateri. (Ar)
Selengkapnya
Gambar Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah,  Bekali Siswa-Siswi Berpikir Logis, Sistematis, Serta Berbasis Data Dan Fakta.
21-10-2026, 08:08

Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah, Bekali Siswa-Siswi Berpikir Logis, Sistematis, Serta Berbasis Data Dan Fakta.

Jepara (MA NU Nahdlatul Fata) – Madrasah Aliyah NU Nahdlatul Fata melalui Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bagi pengurus Komisariat dan murid Kelas XII pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini diikuti 30 peserta dengan pendampingan guru Allena Salmahayya Alwafa, S.Pd. (Mentor Tim Riset MA NU Nafa) sekaligus sebagai pemateri dan menjadi bagian dari penguatan literasi serta kreativitas murid.  Kepala MA NU Nahdlatul Fata, Fathur Rohman, S.Pd.I., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan literasi ilmiah sekaligus kreativitas murid di era digital, beliau juga menyampaikan قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ Ikatlah Ilmu dengan Tulisan, Yang dimaksud qayyidul 'ilma adalah kuatkan dan hafalkan serta jaga jangan sampai lepas. Ilmu jika terus didengarkan, hati akan sulit mengingatnya. Ilmu itu terikat lalu dijaga. Jika hati sering lupa, ilmu itu perlahan-lahan akan hilang. Itulah alasannya mengapa penting untuk dicatat. Allah pun telah mengajarkan kepada hamba-Nya untuk mencatat karena itu bermaslahat untuk mereka.  Luthfi Jazilul Ihtirom sebagai Ketua Pimpinan Komisariat IPNU MA NU Nahdlatul Fata menyampaikan “Melalui pelatihan ini, kami berharap murid MA NU Nahdlatul Fata tidak hanya mampu menulis karya ilmiah dengan baik, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan secara kreatif berbasis data. ini merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan di masa depan,” ujarnya. Memasuki sesi inti, kegiatan ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap (Teori, Praktik dan Evaluasi). Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dilaksanakan di Laboratorium Komputer dengan narasumber Allena Salmahayya Alwafa, S.Pd., Dalam pemaparannya, Allena  menekankan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah merupakan bekal penting bagi murid dalam mengembangkan pola pikir yang kritis dan sistematis. “Menulis karya ilmiah melatih murid untuk berpikir logis, sistematis, serta berbasis data dan fakta. Dengan keterampilan ini, murid dapat menuangkan ide dan gagasan mereka secara terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan, Berani Menggagas Cerdas Menulis” jelasnya. Setelah sesi pelatihan, peserta diberi tugas secara berkelompok untuk menjadi tugas dipertemuan selanjutnya. Melalui kegiatan ini, MA NU Nahdlatul Fata berharap murid dapat semakin terampil dalam mengembangkan literasi ilmiah sekaligus kreativitas dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran dan publikasi karya. (Ar)
Selengkapnya
Gambar Tembus 8 Besar Kejurnas Catur ITB, Akhsan Thoriqul Akbar Buktikan Prestasi Kelas Nasional
27-09-2026, 11:09

Tembus 8 Besar Kejurnas Catur ITB, Akhsan Thoriqul Akbar Buktikan Prestasi Kelas Nasional

BANDUNG —Akhsan Thoriqul Akbar,  siswa MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan, berhasil mengukir prestasi memukau dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Pelajar se-Indonesia yang diselenggarakan pada 26 September 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat. Bersaing ketat dengan pecatur muda terbaik dari berbagai penjuru tanah air, Thoriq sukses mengamankan posisi 10 besar nasional dengan meraih peringkat ke-8. Capaian ini menjadi bukti nyata kapasitas dan daya saing siswa madrasah di kancah nasional. Meski belum berhasil menembus posisi tiga besar yang menjadi syarat untuk mewakili Indonesia pada Kejuaraan Catur Dunia di Uzbekistan, hasil yang diraih Thoriq dipandang sebagai pemicu semangat dan lompatan besar bagi reputasi sekolah. Keberhasilan ini bukanlah hasil yang didapat secara instan. Pihak madrasah dan tim pendamping telah melakukan persiapan matang selama dua bulan penuh, termasuk menghadirkan pelatih catur profesional untuk menggembleng intensitas latihan Thoriq. Perwakilan orang tua sekaligus pendamping menyampaikan bahwa perjuangan maksimal telah dikerahkan di atas papan catur, diiringi doa serta harapan besar untuk melambungkan nama MA NU Nahdlatul Falah di kancah nasional. "Setiap langkah kami diiringi doa dan harapan untuk membawa nama madrasah mengudara setinggi-tingginya. Hasil ini membuktikan bahwa persiapannya tidak main-main. Melalui pembinaan rutin dan pelatih profesional, MA NU Nahdlatul Falah terbukti mampu duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan sekolah-sekolah bertaraf nasional hingga internasional," ungkapnya. Capaian di ITB Bandung ini menegaskan komitmen berkelanjutan madrasah dalam memberikan ruang, fasilitas, dan dukungan penuh bagi potensi peserta didik. Diharapkan, iklim pembinaan yang konsisten ini terus melahirkan atlet-atlet berbakat yang siap mengharumkan nama madrasah di level tertinggi pada masa-masa mendatang.   Sub
Selengkapnya
Gambar PAHLAWAN OLAHRAGA
09-09-2026, 10:34

PAHLAWAN OLAHRAGA

Guru olahraga sering disebut sebagai pahlawan karena membentuk generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter. Guru olahraga kerap kali mengajarkan pentingnya kesehatan dengan pola hidup aktif, membentuk karakter disiplin dan sportivitas, serta melatih bakat anak peserta didik menjadi sang juara. Sosok tersebut tersemat kepada Bapak Muhlisin, beliau adalah Pelatih Nafa FC, klub sepak bola kebanggaan MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Tahunan Jepara. Berkat beliau beserta sahabat karibnya Bapak Ma’ruf dan kolega, Nafa FC berhasil masuk dalam Asprov PSSI Kabupaten Jepara, selain itu prestasi membanggakan juga pernah ditorehkan antara lain Juara 1 Liga Kabupaten 2011 di Lapangan Datuk Ampel Troso, kemudian memperoleh Juara 3 Liga Pelajar 2015 di Lapangan Sukodono, dan bermain reguler di liga Divisi Asprov PSSI Kabupaten Jepara. Namun berita duka mendadak menjadi suasana haru biru, Bapak Muhlisin yang beralamatkan di Desa Tahunan Jepara menghembuskan nafas terakhirnya pada Pukul 20.00 WIB hari 8 Selasa September 2026. Kiprah dan perjuangannya layak diapresiasi sebagai pahlawan olahraga, karena keseharian beliau tidak lepas dari kegiatan olahraga, selain menjadi guru olahraga dan pelatih sepak bola, Bapak Muhlisin juga aktif diberbagai organisasi antara lain MGMP PJOK KKMTs 02 Jepara serta menjadi Asosiasi Wasit Sepak Bola PSSI Jepara. Semoga karya karsa beliau tetap harum, segala amal perbuatan diterima oleh Allah SWT. Aamiin.   AA
Selengkapnya
Gambar FORPIS JEPARA GELAR LATGAB, MA NU NAFA AMBIL BAGIAN
08-09-2026, 13:07

FORPIS JEPARA GELAR LATGAB, MA NU NAFA AMBIL BAGIAN

FORPIS JEPARA GELAR LATGAB, MA NU NAFA AMBIL BAGIAN Jepara - Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Jepara melaksanakan Latgab dan Reorganisasi kepengurusan, kegiatan tersebut digelar pada 5-6 September 2026 di SMA Negeri 1 Tahunan. Forpis Jepara diikuti oleh MA/SMA/SMK se-Kabupaten Jepara. LATIHAN GABUNGAN & KONFERENSI FORPIS 2026/2027 merupakan satu bentuk kegiatan pembinaan yang merupakan ajang pertemuan PMR untuk saling berbagi, evaluasi, meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam suasana bersahabat dan partisipatif sesuai Siklus Manajemen PMR. Kegiatan ini yang merupakan salah satu strategi pembinaan dan pengembangan PMR yang dikemas untuk melakukan evaluasi dan pembinaan yang telah dilaksanakan PMI, sekaligus merancang peran dan kegiatan sukarelawan untuk mendukung dan melaksanakan program peningkatan Peran PMR dalam Pelayanan PMI Kabupaten Jepara. Juga merupakan program rutin dari PMI abupaten Jepara yang berada dalam naungan PMI Kabupaten Jepara guna Peningkatan Pembinaan Generasi Muda. Oleh karena itu, PMI Kabupaten Jepara akan menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan harapan setelah kegiatan tersebut dapat meningkatkan SDM Relawan PMI Kabupaten  Jepara dimasa sekarang dan yang akan datang dengan tujuan melaksanakan siklus pembinaan relawan PMI Kabupaten Jepara supaya berkembang dengan baik.   dengan mengusung tema “FROM LEARN TO LEAD: Forpis Youth Humanitarian Training”, berarti “Dari Belajar Menuju Memimpin”.   MA NU Nahdlatul Fata melalui PMR Wira Bhakti Nafa mendelegasikan Erina Yustia Wardah (12 B) dan Fardan Jazilussakho (11 D), keduanya mendapatkan beragam materi, antara lain : Hari Pertama Pembukaan oleh Ketua/Pengurus PMI Kabupaten Jepara Pemberian Materi “SPEAK • ENGAGE • LEAD” Menjadi Fasilitator Muda yang Komunikatif, Interaktif, dan Inspiratif Creative Humanitarian Mission, berupa diskusi dan pemecahan misi secara berkelompok yang diiringi dengan pembuatan media presentasi bertema materi yang telah disampaikan, kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil misi dan karya sebagai sarana melatih kreativitas, kerja sama, dan public speaking peserta. Malam Keakraban dengan kegiatan berbagi pengalaman, kepemimpinan dan Kreatifitas pembuatan media edukasi. Hari Kedua Senam Pagi Konferensi pemilihan koordinator baru periode 2026/2027. Bentuk Kegiatan “FROM LEARN TO LEAD” FORPIS Youth Humanitarian Training Penyampaian materi Tukar Pendapat atau Tanya Jawab Diskusi Ragam materi latihan gabungan dalam yang diikuti adalah : Belajar Bersama, Berkarya, Berbicara, dan Bergerak untuk Kemanusiaan “FROM LEARN TO LEAD” FORPIS Youth Humanitarian Training Diskusi Kelompok Keterampilan Public Speaking Game 6 Materi Dasar Kepalangmerahan, meliputi; Pertolongan Pertama (PP) Fasilitator Pelatihan (FP) Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) Kesiapsiagaan Bencanma (KB) Perawatan Keluarga (PK) Kepemimpinan (KP)   Kegiatan yang digelar selama 2 hari tersebut dilalui oleh wakil PMR Wira Bhakti Nafa dengan baik.   “Kegiatan yang menyenangkan, banyak ilmu dan sharing materi yang mampu kita pelajari, semoga bisa menjadi pengalaman untuk kedepannya, Siamo tutti fratelli ” Ujar Erina. AA      
Selengkapnya
Gambar Menuju Juara, Delapan Siswa-Siswi Terbaik MA NU Nahdlatul Fata Siap Berkompetisi
07-09-2026, 08:01

Menuju Juara, Delapan Siswa-Siswi Terbaik MA NU Nahdlatul Fata Siap Berkompetisi

Jepara - Kompetisi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 merupakan ajang kompetisi bergengsi Sains dan Akademik yang diikuti oleh ratusan ribu peserta di seluruh penjuru negeri.   OMI tingkat Kabupaten/Kota digelar pada Senin, 7 September 2026 di MAN 1 Jepara yang diikuti oleh 34 Madrasah Aliyah se Kabupaten Jepara. Bidang sains yang terdiri dari 210 peserta dan terbagi dalam mata lomba berikut : Matematika 38 Peserta Biologi 39 Peserta Fisika 29 Peserta Kimia 30 Peserta Ekonomi 39 Peserta Geografi 35 Peserta Sedangkan bidang riset diikuti oleh 8 Madrasah Aliyah dengan komposisi sebagai berikut : Bidang Ekologi 12 Peserta Bidang SDGs 9 Peserta Bidang Transdigital 6 Peserta   MA NU Nahdlatul Fata mengirimkan perwakilan terbaiknya antara lain : Fikron Luthfi Hamdani (12 A / Matematika) Novia Ihda Valasifa (12 C / Geografi) Akhyas El Abied (11 A / Fisika) Zainil Abidin (11 A / Kimia) Kamila Sausa Nabila (11 A / Biologi) Lovy Queenvyla (12 D / Ekonomi) Melissa Andriani Majid (12 A / Riset) Safirotul Munawaroh (11 A / Riset)   Persiapan dilalui dengan baik oleh binadamping, simulasi serta latihan soal telah dilaksanakan, semoga persiapan yang dilakukan berbuah hasil terbaik.   AA
Selengkapnya
Gambar ATUR WAKTUMU, BUKAN BIARKAN WAKTUMU YANG MENGATURMU
06-09-2026, 12:16

ATUR WAKTUMU, BUKAN BIARKAN WAKTUMU YANG MENGATURMU

Masa remaja adalah fase transisi penting dari anak-anak menuju dewasa, yang menjadi waktu utama untuk belajar, mengenali potensi diri, dan membentuk identitas. Proses belajar pada masa ini tidak hanya mencakup akademis di sekolah, tetapi juga aspek emosional, sosial, dan psikologis. Kali ini Bu Khoridatul Hikmah salah satu guru di MA NU Nahdlatul Fata akan memberikan tips dan trik serta kiat-kiat dalam mengelola waktu belajar dimasa remaja, terutama untuk usia MTs dan MA. Agar tugas sekolah, dan tugas rumah dapat terselesaikan, saya sering memeberi motivasi kepada anak-anak untuk : Membuat jadwal kegiatan sekolah, mengaji, ekstrakulikuler maupun kegiatan organisasi dan kewajiban di luar sekolah Membuat skala mana yang menjadi prioritas, yang didahulukan dan mana yang bisa diselesaikan setelahnya, yang terpenting jangan menunda-nunda serta menyelesaikan dalam keadaan mepet, karena terburu-buru itu tidak masksimal. Harus mebiasakan/menjadwalkan belajar mandiri min 15-30 menit setelah pulang sekolah (waktu bisa menyesuaikan). Usahakan tidak menumpuk tugas, menunda tugas karna demikian akan mempersulit tugas selanjutnya. Gunakan waktu kosong dengan bijak. Bisa dengan beristirahat dengan cukup. Karna kesehatan yang paling utama. Kebiasaan yang sering dilakukan secara terjadwal dan teratur akan menjadi habbit yang bagus dikemudian hari, planning dan manajemen waktu menjadi sangat penting. Sehingga semua kegiatan dapat dilakukan dengan maksimal. Dan yang terpenting tanamkan mindset “ATUR WAKTUMU, BUKAN BIARKAN WAKTUMU YANG MENGATURMU” Oleh : Khoridatul Hikmah / KH
Selengkapnya
Gambar Si Kembar Nafa : Ingin Terbang di Langit dan Pengusaha Bakery
05-09-2026, 10:06

Si Kembar Nafa : Ingin Terbang di Langit dan Pengusaha Bakery

Kembar kakak beradik yang unik selalu semangat dan senang berbagi, ya… si kembar ini bernama Rahma Nur Laila dan Rahma Nur Laili, keduanya lahir pada tanggal 30 Juli 2010 hanya terpaut 3 jam jarak kelahirannya. Rahma Nur Laila (Kakak) lahir pada pukul 09.00 WIB, selang 3 jam Rahma Nur Laili (Adik) lahir menyapa dunia pada pukul 12.00 WIB. Kakak beradik ini merupakan anak dari pasangan Sutrisno dan Munjayanah bertempat tinggal di Desa Platar Tahunan Jepara. Karir pendidikan dimulai dari SD Negeri  01 Platar, dilanjutkan di MTs. Mafatihul Akhlaq Demangan dan sekarang melanjutkan di MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan, keduanya berada di kelas 11 C. Yang unik dari si kembar ini adalah orangnya yang periang, suka menolong dan suka berbagi, keduanya terbilang siswi yang aktif dan jarang absen, permen lollipop selalu dalam genggaman karena merupakan hobi dan kesukaannya memakan permen. Ditanya oleh penulis, Laila bercita-cita menjadi seorang pramugari, terbang bak burung yang bebas melayang, dari tempat ke tempat yang lain, akan menjadi harapan yang semoga bisa diwujudkan, dengan berbekal keinginan yang kuat, Laila memperdalam Bahasa Inggris untuk mengasah kemampuan komunikasi berbahasa asing. Sedangkan Laili ingin menjadi Pengusaha Bakery (Toko Roti) yang sukses dengan banyak cabang diseluruh negeri. Mereka yakin, cita-citanya tidak akan mudah diraih, tapi berbekal tekad dan keinginan kuat, semoga kelak cita-cita yang didambakan dapat diraih.   Laden
Selengkapnya
Gambar ​Tiga Calon Kepala Madrasah Paparkan Visi Misi di Hadapan Pengurus Yapi Nahdlatul Fata Petekeyan
01-07-2026, 09:33

​Tiga Calon Kepala Madrasah Paparkan Visi Misi di Hadapan Pengurus Yapi Nahdlatul Fata Petekeyan

JEPARA – Tiga calon Kepala Madrasah memaparkan visi dan misi mereka di hadapan Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (Yapi) Nahdlatul Fata pada hari ini, Selasa (30/6/2026). Acara tersebut berlangsung khidmat di Ruang Yapi Nahdlatul Fata, kompleks Gedung Tahfidh MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. ​Penyampaian visi dan misi ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi yayasan. Tampak hadir di antaranya unsur Pembina Yapi, H. Nur Khandir dan H. Masykurin. Dari unsur Pengurus Yapi dihadiri oleh H. Maskan, H. Mahmudi, dan H. Subekhan, serta dari unsur pengawas yang dihadiri oleh H. M. Zainuri dan HJ. Muslihah. ​Dalam pemaparannya, ketiga calon kepala madrasah dari berbagai jenjang pendidikan tersebut membawa komitmen kuat untuk memajukan lembaga masing-masing. ​Fathur Rohman, M.Pd. (Calon Kepala MA NU Nahdlatul Fata) Mendapat giliran pertama, ia berkomitmen untuk melanjutkan visi-misi dari pendahulunya sembari melakukan penguatan pada beberapa aspek penting. Ia menekankan agar siswa-siswi tidak hanya teguh dalam iman dan taqwa (Imtaq), tetapi juga andal dalam menguasai teknologi serta ilmu pengetahuan (Iptek). Hal senada disampaikan ​Ma'ruf, M.Pd. (Calon Kepala MTs Nahdlatul Fata) yang berkomitmen untuk melanjutkan Visi-misi yang telah ada  sambil membangun sinergitas dengan Kepala MA NU Nahdlatul Fata yang menjadi mitra strategis dalam melaksanakan program kerja Kepala MTs Nahdlatul Fata Petekeyan. Ma' ruf juga memohon dukungan dari stakeholders MTS-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan dalam melaksanakan tugas yang diemban. Sementara itu, Arifin, S. Pd. I, calon Kepala MI Nahdlatul Fata berkomitmen untuk membentuk tim pengembang madrasah yang solid. Ia juga menekankan pentingnya memperkokoh jejaring (networking) yang telah terbangun selama ini guna membawa MI Nahdlatul Fata melangkah lebih dinamis ke depan. ​Setelah prosesi pemaparan visi dan misi selesai, tahapan seleksi akan langsung bergeser ke ranah manajerial. Para calon kepala madrasah diwajibkan untuk segera melengkapi berkas administrasi. Kelengkapan dokumen ini menjadi syarat mutlak sebelum mereka menghadapi ujian substantif dari KanKemenag Jepara dalam waktu dekat guna menentukan nakhoda baru bagi madrasah-madrasah di bawah naungan Yapi Nahdlatul Fata Petekeyan.
Selengkapnya
Gambar ​Sabet 7 Medali, MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Siap Kirim Delegasi ke Kejurda Pencak Silat di Cilacap
25-01-2026, 21:50

​Sabet 7 Medali, MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Siap Kirim Delegasi ke Kejurda Pencak Silat di Cilacap

JEPARA – Kontingen pencak silat dari MTs- MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kabupaten Jepara yang berlangsung pada 23-25 Januari 2026. Bertempat di SMP Islam Miftahul Huda Suwawal, para atlet madrasah ini sukses memborong total tujuh medali di berbagai kategori. ​Prestasi ini menjadi bukti kualitas pembinaan ekstrakurikuler olahraga di lingkungan Nahdlatul Fata, mulai dari jenjang Pra Remaja hingga Dewasa. ​Puncak prestasi diraih oleh Achmad Maulana Achsan (Kelas D Remaja) dan Ihza Abi Zahra (Kelas I Dewasa) yang berhasil menyabet medali emas. Atas capaian tersebut, keduanya dipastikan akan menjadi wakil resmi Kabupaten Jepara untuk berlaga di tingkat Kejurda Pencak Silat di Cilacap mendatang. ​Selain dua emas, kontingen Petekeyan juga berhasil mengamankan tiga medali perak yang diraih oleh Ardika Djovi Pratama, Eva Dwi Rahmayani di kategori Seni Dewasa, dan Muhammad Fardan Jazilussakho. Sementara itu, dua medali perunggu berhasil dibawa pulang oleh Muhammad Ilyas Pratama dan Lu’luil Maknun di kategori Pra Remaja. Adapun Medali yang diraih Kontingen MTS-MA NU Nahdlatul Fata adalah sebagai berikut: ​Medali Emas diraih Achmad Maulana Achsan untuk Kelas D Remaja dan Ihza Abi Zahra Kelas I Dewasa. ​Medali Perak diraih Ardika Djovi Pratama Kelas E Remaja, Eva Dwi Rahmayani Seni Dewasa Putri dan  Muhammad Fardan Jazilussakho Kelas B Remaja, sedangkan ​medali Perunggu diraih Muhammad Ilyas Pratama Kelas B Pra Remaja dan Lu’luil Maknun Kelas F Pra Remaja. ​Menanggapi hasil Kejurcab Pencak Silat Pagar Nusa tersebut, Kepala MTs- MA NU Nahdlatul Fata ​menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada para atlet dan pelatih atas kerja keras untuk mempersembahkan yang terbaik. Terima kasih juga disampaikan atas serta dukungan dari seluruh keluarga besar MTs-MA NU Nahdlatul Fata serta masyarakat Petekeyan. ​"Ini adalah hasil kerja keras para atlet dan pelatih. Kami memohon doa restu agar perwakilan kita yang berangkat ke Cilacap dapat memberikan hasil terbaik dan kembali mengharumkan nama Jepara serta madrasah," ujarnya. ​Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi lain untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga dan seni.
Selengkapnya
Gambar Rayakan Hari Ibu, Siswa MTs-MA NU Nafa Persembahkan Trofi Juara sebagai Kado Istimewa
22-12-2025, 23:01

Rayakan Hari Ibu, Siswa MTs-MA NU Nafa Persembahkan Trofi Juara sebagai Kado Istimewa

JEPARA – Suasana Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2025 di MTs dan MA NU Nafa terasa sangat emosional dan membanggakan. Alih-alih merayakannya dengan seremonial biasa, para siswa berprestasi  memberikan kado istimewa berupa deretan tropi kejuaraan yang berhasil diraih selama bulan Desember sebagai bentuk bakti kepada guru dan orang tua. ​Penyerahan trofi dilakukan secara khidmat kepada para guru perempuan di tengah pelaksanaan apel. Momen ini menjadi simbol penghormatan atas peran ibu sebagai madrasah utama (al-ummu madrasatul ula) yang mendidik karakter generasi sholih dan sholihah. ​Kepala MTs Nafa Petekeyan,  Subekhan yang bertindak sebagai pembina apel memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para siswa, pendamping, pelatih yang telah mengerahkan kemampuan dan strateginya guna mengantarkan anak- anak hebat menunjukkan potensinya dikonversi menjadi juara. Dalam amanatnya, Kepala Madrasah menekankan bahwa prestasi adalah salah satu cara terbaik untuk memuliakan orang tua. ​"Ibu adalah sosok yang tidak lelah merawat dan menyayangi. Cara terbaik bagi siswa untuk membalasnya adalah dengan menghormati mereka dan membuat mereka bangga. Prestasi-prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kalian mampu menjaga amanah orang tua," ujar Subekhan. Adapun rentetan prestasi yang dipersembahkan sebagai "Kado Hari Ibu" tersebut meliputi, pada jenjang MTs Nafa menorehkan prestasi sebagai juara 3 Madya pada lomba LKBB Muria Competition Open se- Jawa Tengah di Kudus dan Juara 1 Liga Catur Percasi Jepara di Kecamatan Kedung Jepara oleh Pecatur Ahsan Toriqul Akbar. ​Pada jenjang MA NU Nafa berhasil mengantarkan Kontingen Sakoma Jepara sebagai juara Umum 1 pada Kemah Kemanusiaan dan Perkemahan Internasional ( KKPI) di Bumi Perkemahan Candra Birawa Semarang. Pada event Olimpiade Ma'arif Nahdlatul Ulama ( OMNU),  MA NU Nahdlatul Fata berhasil menjadi Juara Umum 2 OMNU yang diselenggarakan di Ponpes Amtsilati Bangsri. ​Rentetan keberhasilan ini diharapkan mampu menjadi tradisi MTs- MA NU Nafa sebagai madrasah berbasis sang juara. Selain itu, momentum ini menjadi motivasi besar bagi delegasi MTs Nafa yang tengah bersiap menghadapi ajang Lomba Tsanawiyah Ma' arif Competition (Tsamaco) V yang akan digelar pada 27 Januari 2026 di MTs Darul Ulum Purwogondo. ​Dengan semangat Hari Ibu, keluarga besar MTs-MA NU Nafa berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak terhadap orang tua dan guru.
Selengkapnya
Gambar Borong Piala, MTs dan MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Dulang Prestasi Gemilang di Penghujung 2025
21-12-2025, 22:24

Borong Piala, MTs dan MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Dulang Prestasi Gemilang di Penghujung 2025

JEPARA – Menjelang pergantian tahun, MTs dan MA NU Nahdlatul Fata (Nafa) Petekeyan sukses mengukir tinta emas dalam berbagai ajang kompetisi bergengsi. Tidak tanggung-tanggung, madrasah kebanggaan warga Petekeyan ini berhasil membawa pulang predikat Juara Umum 2 pada ajang Olimpiade Ma’arif NU (OMNU) XV dan prestasi gemilang di tingkat Jawa Tengah. ​Pada perhelatan OMNU XV tahun 2025, delegasi MA NU Nahdlatul Fata menunjukkan dominasi yang luar biasa di berbagai mata lomba OMNU. Berkat akumulasi perolehan juara yang merata dari kategori sains, bahasa, hingga keagamaan, MA NU Nafa dinobatkan sebagai Juara Umum 2. ​Keberhasilan ini disokong oleh performa gemilang para siswa, di antaranya tiga medali emas (Juara 1) yang disumbangkan oleh: ​Wisnu Saputra (Bahasa Inggris) ​Happy Berliana (Biologi) ​M. Aftoni Akhadi (TIK) ​Selain itu, Viola Amanda Adela Vega sukses meraih Juara 2 pada Mapel SKI. Prestasi ini semakin lengkap dengan deretan juara harapan yang diraih oleh Indaha Jannatul Ma’wa (Fikih), Umar Adhy Satya (Bahasa Arab), Luthfi Jazilul Ihtirom (Sejarah Peminatan), Isna Nur Afridiasari (Kimia), dan Fikron Lutfi Hamdani (Matematika Peminatan) ​Tak mau kalah, prestasi membanggakan juga datang dari jenjang MTs. Pada 14 Desember 2025, Tim LKBB Muria Competition se- Jawa Tengah Open MTs NU Nafa berhasil meraih Juara 3 LKBB Muria Kudus untuk kategori SMP/MTs. ​Pencapaian ini tergolong sangat impresif mengingat kompetisi tersebut diikuti oleh 27 tim terbaik dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Kedisiplinan dan kekompakan tim MTs Nafa terbukti mampu bersaing di level regional yang sangat kompetitif. Pada cabang Catur, Akhsan Thoriqul Akbar berhasil menyabet juara 1 Liga Catur Percasi Jepara yang digelar pada tanggal 21 Desember 2025 di Kecamatan Kedung Jepara. ​Rangkaian prestasi yang diraih sejak tanggal 14 hingga 21 Desember 2025 ini menjadi kado terindah bagi keluarga besar Nahdlatul Fata. Keberhasilan ini membuktikan bahwa madrasah mampu mencetak generasi yang unggul, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam aspek kedisiplinan dan keterampilan. ​Kepala MTs Nafa, Subekhan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa serta guru pembimbing yang telah bekerja keras. Diharapkan, rentetan prestasi di akhir tahun 2025 ini menjadi pemantik semangat untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di tahun 2026 mendatang.
Selengkapnya
Gambar Akhsan Thoriqul Akbar, Pecatur MTs Nafa Sabet Juara 1 Liga Catur Percasi Jepara
21-12-2025, 21:37

Akhsan Thoriqul Akbar, Pecatur MTs Nafa Sabet Juara 1 Liga Catur Percasi Jepara

JEPARA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa berbakat dari MTs Nahdlatul Fata ( Nafa) Petekeyan, Akhsan Thoriqul Akbar, atau yang akrab disapa Thoriq. Keberhasilan ini mengukuhkan dirinya sebagai yang terbaik dengan meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi Liga Catur Percasi Jepara yang diselenggarakan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Jepara hari ini, Ahad 21 Desember  2025 di Kecamatan Kedung Jepara. ​Turnamen Catur ini menjadi salah satu kompetisi paling prestisius di Kabupaten Jepara, karena pesertanya tidak hanya diikuti oleh talenta lokal Jepara, namun juga menjadi magnet bagi pecatur dari berbagai kabupaten lain, seperti Kudus, Pati, Banjarnegara, hingga Lamongan. ​Kehadiran peserta dari luar daerah meningkatkan tensi pertandingan, namun Thoriq menunjukkan ketenangan dan strategi yang matang di setiap babak hingga akhirnya berhasil mengamankan posisi puncak kategori SMP/ MTs. Bagi Thoriq, gelar juara ini memiliki makna mendalam karena obsesinya untuk menjuarai Porsema XIII Jawa Tengah kandas setelah ia menjalani operasi menjelang Porsema XIII Jawa Tengah digelar. Di samping itu, beberapa Turnamen Catur yang diikuti sering menempatkan dirinya di posisi Runner Up. Baru beberapa turnamen catur terakhir ini menempatkan Thoriq sebagai juara. Menanggapi hasil Liga Catur Percasi Jepara,  Subekhan, Kepala MTs Nafa Petekeyan mengapresiasi kepada Thoriq dan penampingnya, H. Hariyanto yang tak kenal lelah penuh kesabaran mengantarkan anak didiknya mengikuti berbagai turnamen catur. Ia  berharap tumbuh generasi baru pecatur MTs Nafa yang dapat mengikuti jejak Akhsan Thoriqul Akbar. H. Hariyanto, pendamping atlet catur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Madrasah yang telah memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun materiil, kepada atlet yang berlaga. ​"Kami sangat berterima kasih kepada pihak Madrasah yang senantiasa mendukung penuh para atlet kami. Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi siswa seperti Thoriq untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi," ujar Hariyanto. ​Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain di MTs Nahdlatul Fata terus menggali potensi diri dan tidak menyerah meski sempat menghadapi rintangan.
Selengkapnya
Gambar Keren, MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Berjaya di OMNU XV 2025
21-12-2025, 16:18

Keren, MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Berjaya di OMNU XV 2025

JEPARA – MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai madrasah berprestasi. Dalam ajang Olimpiade Ma’arif NU (OMNU) XV Tahun 2025 yang digelar di Pondok Pesantren Amtsilati Bangsri, Jepara, pada Ahad (21/12/2025), delegasi madrasah ini berhasil memborong sembilan gelar juara di berbagai bidang mata pelajaran. ​Ajang bergengsi yang diikuti oleh 719 peserta dari 49 anggota KKMA 02 Jepara ini menjadi panggung pembuktian bagi siswa-siswi MA NU Nahdlatul Fata. Tidak tanggung-tanggung, tiga medali emas berhasil dibawa pulang melalui performa gemilang di bidang Bahasa Inggris, Biologi, dan TIK. Prestasi yang diraih mencakup berbagai tingkatan, di antaranya: ​Juara 1: Wisnu Saputra (Bahasa Inggris), Happy Berliana (Biologi), dan M. Aftoni Akhadi (TIK). ​Juara 2: Viola Amanda Adela Vega (SKI). ​Juara Harapan 1: Indaha Jannatul Ma’wa (Fikih), Umar Adhy Satya (Bahasa Arab), dan Luthfi Jazilul Ihtirom (Sejarah Peminatan). ​Juara Harapan 2: Isna Nur Afridiasari (Kimia) dan Fikron Lutfi Hamdani (Matematika Peminatan). ​Pencapaian di OMNU XV ini terasa kian spesial karena berdekatan dengan prestasi fenomenal lainnya. Sebelumnya, MA NU Nahdlatul Fata juga berhasil menyabet gelar Juara Umum 1 pada event Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional. ​Kepala MA NU Nahdlatul Fata, H. Nur Khandir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan delegasi MA NU Nahdlatul Fata. Bagi yang belum beruntung jangan berkecil hati, terus semangat untuk menorehkan prestasi di event yang lain. "Prestasi ini adalah kado terindah di penghujung tahun 2025. Terima kasih kepada guru pendamping, tenaga kependidikan, dan para siswa yang telah berjuang luar biasa," ungkapnya. ​Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar MA NU Nahdlatul Fata untuk terus mempertahankan tradisi juara dan meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.
Selengkapnya
Gambar MENGUKUR CAPAIAN MUTU PENDIDIKAN DAN CAPAIAN AKADEMIK, MA NU NAHDLATUL FATA GELAR TKA 2025
05-11-2025, 10:55

MENGUKUR CAPAIAN MUTU PENDIDIKAN DAN CAPAIAN AKADEMIK, MA NU NAHDLATUL FATA GELAR TKA 2025

Jepara (5/11) TKA atau Tes Kemampuan Akademik adalah asesmen yang digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa pada beberapa mata pelajaran tertentu. TKA menggantikan Ujian Nasional (UN) dan disusun oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjaga mutu pendidikan nasional. Tes ini dilaksanakan secara standar dan dapat dilakukan secara daring (online) maupun semi daring (semi online) Tujuan TKA (Tes Kemampuan Akademik) adalah untuk: Mengukur capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar. Menjadi alat ukur capaian akademik nasional dan bahan pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Menjaga mutu pendidikan dan mendukung seleksi akademik. Menyediakan penilaian yang adil antar sekolah. TKA tidak digunakan sebagai syarat kelulusan, melainkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Tahunan Jepara melaksanakan TKA pada gelombang 2, yaitu tanggal 5 dan 6 November 2025, diikuti 103 peserta dalam 3 sesi. Di TKA (Tes Kemampuan Akademik), mata pelajaran yang diujikan bervariasi tergantung pada jenjang pendidikan, dengan fokus pada Bahasa Indonesia, Matematika, dan pilihan mata pelajaran lainnya. Adapun yang diujikan ialah Mata Pelajaran Wajib: Bahasa Indonesia: Mengukur kemampuan analisis teks dan penulisan esai. Bahasa Inggris: Menguji kemampuan membaca dan memahami teks berbahasa Inggris. Matematika: Mencakup topik seperti statistik dan trigonometri. Mata Pelajaran Pilihan: Dua mata pelajaran pilihan yang dapat dipilih siswa sesuai dengan peminatan mereka, seperti Fisika, Kimia, atau mata pelajaran kejuruan. TKA kali ini diawasi oleh pengawas silang dari MA Mada Nusantara Tegalsambi (Intan Khurayyah, S.Pd.) dan MA Al Anwar ( Evi Shofwatul Izza, S.Pd.) selama 2 hari. “Alhamdulillah pelaksanaan berjalan baik dan kondusif, semoga siswa-siswi mendapatkan hasil yang diharapkan”. Ujar Fathur Rohman(Proktor)  
Selengkapnya
Gambar Peringatan Maulid Nabi di MTS-MA NU Nahdlatul Fata, Gus Ghozi Ajak Generasi Muda Mengembangkan Ilmu
07-09-2025, 08:55

Peringatan Maulid Nabi di MTS-MA NU Nahdlatul Fata, Gus Ghozi Ajak Generasi Muda Mengembangkan Ilmu

Dalam rangka membangun karakter siswa dan mensyiarkan ajaran agama, MTS-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan hari ini, Sabtu 6 September 2025 menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Kegiatan yang melibatkan ratusan siswa-siswi, Dewan guru dan Tenaga Kependidikan digelar di masjid Baitu Hidayatit Taqwa Petekeyan Jepara. Hadir Kepala MTs Nahdlatul Fata H. Subekhan dan Kepala MA NU Nahdlatul Fata H. Nur Khandir. Bertindak sebagai pembicara K. Ghozi Abdul Rohman, Pengasuh Pondok Pesantren Salaf- Modern Nurul Huda Mantingan Jepara.Mengambil tema, " Meneladani Nabi sebagai Budaya Islami", acara diawali dengan rentetan shalawat Nabi oleh grup hadlrah El Fata yang diikuti seluruh jamaah yang hadir pada acara tersebut. Rancak rebana dan calty menambah semangat bershalawat. Seluruh peserta duduk berbaris rapi dan khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dipandu Host Ines Naura Fauzia dan Kamila Sausa Nabila. H. Nur Khandir, Kepala MA NU Nahdlatul Fata dalam sambutannya mengapresiasi kepada petugas kegiatan yang diisi oleh siswa-siswi, di antaranya pembaca Tilawatil Qur'an oleh Bilal Din Ali, Tahlil oleh Haris Husain, dan pembacaan Maulid Nabi dari grup Hadroh El Fata.Lebih lanjut Kepala Madrasah mengajak kepada siswa-siswi untuk meneladani Nabi baik Akhlaqnya maupun perjuangannya." Baginda Nabi Muhammad Saw. tidak hanya memberi nasihat, tetapi beliau memberi contoh secara langsung. Sejarah mencatat Nabi memimpin langsung peperangan 27 kali ( ghozwah) sedangkan 38 kali beliau tidak ikut berperang ( sariyah). Nabi berjuang tidak hanya jiwa raganya, tetapi juga harta bendanya digunakan untuk berjuang. Ini membuktikan bahwa perjuangan Nabi Muhammad Saw. secara totalitas, lahir batin, dengan jiwa dan harta. Inilah yang patut kita teladani dari beliau, Baginda Nabi Muhammad Saw. ", tutur H. Nur Khandir.K. Ghozi Abdul Rohman yang didaulat menjadi pembicara berpesan agar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.  menjadi momentum yang dapat menggugah semangat untuk menghidupkan sunnah- sunnah Nabi ( ihyaus sunnah), meneladani Nabi, baik dalam personality maupun kiprah dan perjuangannya. " Mari kita terus belajar menguasai berbagai ilmu, baik ilmu umum maupun agama, karena hidup harus balance.  Lanjutkan belajar kalian nanti, karena tugas kita adalah meneruskan dan mengembangkan ilmu yang diwariskan Nabi kepada para ulama. Nabi tidak mewariskan harta dan benda, tapi  yang beliau wariskan adalah Ilmu. Oleh karena itu, kita berkewajiban menjaga warisan tersebut dan meneruskan pada generasi berikutnya.", tegas Gus Ghozi. ( Sub)
Selengkapnya
Gambar Komitmen Pendidikan Drs. H. Nur Khandir, Dewan Pendidikan Jepara
26-08-2025, 12:40

Komitmen Pendidikan Drs. H. Nur Khandir, Dewan Pendidikan Jepara

Usianya cukup matang, namun dari performanya ia terlihat masih energik, bersemangat, berpenampilan muda, apalagi kalau berbicara tentang pendidikan. Pria yang terlahir bernama Nur Khandir lahir di Jepara, 8 Agustus 1966 ini sangat concen tentang pendidikan. Hampir seluruh hidupnya diabdikan untuk pendidikan. Ia mulai terjun ke dunia pendidikan sejak tahun 1993- 2012 sebagai guru MI Nahdlatul Fata Petekeyan, 1994- 2001 sebagai guru MTs Mafatihul Akhlaq Demangan, dan sejak tahun 1996 sampai sekarang mengabdikan diri di MTS-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. Ia juga pernah menjadi pengajar di Wajar Dikdas dan Paket C di Ponpes Nurul Huda Mantingan. Pendidikan formalnya ditempuh mulai jenjang MI Nahdlatul Fata Petekeyan, MTs- MA Darul Hikmah Menganti, IAIN Walisongo Semarang, dan Unwahas Semarang, sedangkan Pendidikan nonformal diperoleh di Pondok Al Mukmin Petekeyan, Ponpes Nurul Huda Mantingan, dan Ponpes Al Hadlir Randu Garut Mangkang Semarang. Dalam dunia pendidikan, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan care, dan solutif terhadap berbagai persoalan. Tiap pagi ia sudah berada di madrasah pukul 06.30 siap menyambut siswa-siswi masuk sekolah seraya membentuk kepribadian siswa-siswi untuk membiasakan budaya " nderek langkung". Kepada dewan guru ia selalu berpesan agar ikhlas dalam mengajar dalam arti menambah nilai plus dalam setiap mengajar dan jangan sampai absen kecuali sakit dan keluarganya meninggal. Dalam ranah organisasi berbagai jabatan pernah diemban; Kepala MTs Nahdlatul Fata 1996-2012, Kepala MA NU Nahdlatul Fata 2013- sekarang, Wakil Ketua KKMTs 02 Jepara 2010- 2014. Ketua PC Pergunu Jepara 2015- 2021, Pembina Yapi Nahdlatul Fata, Ketua KKMA 02 Jepara 2019 sampai sekarang, Dewan Pendidikan Jepara 2025- 2030, dan berbagai jabatan keagamaan lainnya. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar dan aktif di berbagai organisasi, H. Nur Khandir dikenal sebagai sosok yang produktif dalam menghasilkan karya berbentuk buku. Ada 7 buku yang telah diterbitkan, yaitu: Jejak dan Tokoh (Mencari Format Ideal Pendidikan), Desaku dalam Bidikan Wartawan, Pelangi Pendidikan, Suka Citaku Bersama Beselit Sahabatku, Legenda Masjid Tua, Impianku Bersama Qoryah Thoyyibah, dan LP. Ma'arif NU Jepara Undercover ( Kugapai dalam Kenangan). Obsesinya dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang bermutu dapat dilihat dalam satu tulisannya, " Refleksi Pendidikan Ma' arif NU, sebuah Proyeksi dan Idealisme". Ia menawarkan kiat Madrasah/ Sekolah maju dari sudut manajemen Kepala Madrasah/ Sekolah, yaitu memiliki visi-misi, membangun Tim Work yang solid, peningkatan kompetensi guru dan Tendik, Evaluasi dan Supervisi secara berkala, penggunaan IT, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, sarana dan prasarana yang memadai, melibatkan murid, membangun budaya mutu, monitoring, dan merayakan prestasi. Selamat mengemban tugas, semoga membawa kemajuan pendidikan di Jepara. * Penulis adalah Kepala MTs Nahdlatul Fata Petekeyan
Selengkapnya
Gambar MAKNA BAHASA
06-08-2025, 09:56

MAKNA BAHASA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Bahasa juga dapat dipahami sebagai alat komunikasi antar manusia, baik secara lisan maupun tulisan. Penjelasan lebih lanjut:Sistem lambang bunyi: Bahasa terdiri dari bunyi-bunyi yang diucapkan dan memiliki makna tertentu. Arbitrer: Pilihan lambang bunyi untuk suatu makna bersifat kesepakatan dalam suatu masyarakat bahasa, bukan hubungan alami. Masyarakat: Bahasa digunakan dalam konteks sosial, oleh sekelompok orang yang memiliki kesamaan budaya dan cara berkomunikasi. Bekerja sama: Bahasa memungkinkan orang untuk berkolaborasi dalam berbagai aktivitas. Berinteraksi: Bahasa memungkinkan orang untuk berkomunikasi dan membangun hubungan. Mengidentifikasi diri: Bahasa dapat menjadi penanda identitas kelompok atau individu. 
Selengkapnya


© 2026 MTs MA NU Nahdlatul Fata. All Rights Reserved Eegyo SIMS - Aplikasi Sekolah Super Lengkap