Komitmen Pendidikan Drs. H. Nur Khandir, Dewan Pendidikan Jepara

Komitmen Pendidikan Drs. H. Nur Khandir, Dewan Pendidikan Jepara

26-08-2025, 12:40 WIB

SUBEKHAN, S.Ag., M. Pd.

Usianya cukup matang, namun dari performanya ia terlihat masih energik, bersemangat, berpenampilan muda, apalagi kalau berbicara tentang pendidikan. Pria yang terlahir bernama Nur Khandir lahir di Jepara, 8 Agustus 1966 ini sangat concen tentang pendidikan. Hampir seluruh hidupnya diabdikan untuk pendidikan. Ia mulai terjun ke dunia pendidikan sejak tahun 1993- 2012 sebagai guru MI Nahdlatul Fata Petekeyan, 1994- 2001 sebagai guru MTs Mafatihul Akhlaq Demangan, dan sejak tahun 1996 sampai sekarang mengabdikan diri di MTS-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. Ia juga pernah menjadi pengajar di Wajar Dikdas dan Paket C di Ponpes Nurul Huda Mantingan.

 

Pendidikan formalnya ditempuh mulai jenjang MI Nahdlatul Fata Petekeyan, MTs- MA Darul Hikmah Menganti, IAIN Walisongo Semarang, dan Unwahas Semarang, sedangkan Pendidikan nonformal diperoleh di Pondok Al Mukmin Petekeyan, Ponpes Nurul Huda Mantingan, dan Ponpes Al Hadlir Randu Garut Mangkang Semarang.

 

Dalam dunia pendidikan, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan care, dan solutif terhadap berbagai persoalan. Tiap pagi ia sudah berada di madrasah pukul 06.30 siap menyambut siswa-siswi masuk sekolah seraya membentuk kepribadian siswa-siswi untuk membiasakan budaya " nderek langkung". Kepada dewan guru ia selalu berpesan agar ikhlas dalam mengajar dalam arti menambah nilai plus dalam setiap mengajar dan jangan sampai absen kecuali sakit dan keluarganya meninggal.

 

Dalam ranah organisasi berbagai jabatan pernah diemban; Kepala MTs Nahdlatul Fata 1996-2012, Kepala MA NU Nahdlatul Fata 2013- sekarang, Wakil Ketua KKMTs 02 Jepara 2010- 2014. Ketua PC Pergunu Jepara 2015- 2021, Pembina Yapi Nahdlatul Fata, Ketua KKMA 02 Jepara 2019 sampai sekarang, Dewan Pendidikan Jepara 2025- 2030, dan berbagai jabatan keagamaan lainnya.

 

Di tengah kesibukannya sebagai pengajar dan aktif di berbagai organisasi, H. Nur Khandir dikenal sebagai sosok yang produktif dalam menghasilkan karya berbentuk buku. Ada 7 buku yang telah diterbitkan, yaitu: Jejak dan Tokoh (Mencari Format Ideal Pendidikan), Desaku dalam Bidikan Wartawan, Pelangi Pendidikan, Suka Citaku Bersama Beselit Sahabatku, Legenda Masjid Tua, Impianku Bersama Qoryah Thoyyibah, dan LP. Ma'arif NU Jepara Undercover ( Kugapai dalam Kenangan).

 

Obsesinya dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang bermutu dapat dilihat dalam satu tulisannya, " Refleksi Pendidikan Ma' arif NU, sebuah Proyeksi dan Idealisme". Ia menawarkan kiat Madrasah/ Sekolah maju dari sudut manajemen Kepala Madrasah/ Sekolah, yaitu memiliki visi-misi, membangun Tim Work yang solid, peningkatan kompetensi guru dan Tendik, Evaluasi dan Supervisi secara berkala, penggunaan IT, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, sarana dan prasarana yang memadai, melibatkan murid, membangun budaya mutu, monitoring, dan merayakan prestasi. Selamat mengemban tugas, semoga membawa kemajuan pendidikan di Jepara. * Penulis adalah Kepala MTs Nahdlatul Fata Petekeyan





Artikel Lainnya

Gambar ​Sabet 7 Medali, MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Siap Kirim Delegasi ke Kejurda Pencak Silat di Cilacap
25-01-2026, 21:50

​Sabet 7 Medali, MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Siap Kirim Delegasi ke Kejurda Pencak Silat di Cilacap

JEPARA – Kontingen pencak silat dari MTs- MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kabupaten Jepara yang berlangsung pada 23-25 Januari 2026. Bertempat di SMP Islam Miftahul Huda Suwawal, para atlet madrasah ini sukses memborong total tujuh medali di berbagai kategori. ​Prestasi ini menjadi bukti kualitas pembinaan ekstrakurikuler olahraga di lingkungan Nahdlatul Fata, mulai dari jenjang Pra Remaja hingga Dewasa. ​Puncak prestasi diraih oleh Achmad Maulana Achsan (Kelas D Remaja) dan Ihza Abi Zahra (Kelas I Dewasa) yang berhasil menyabet medali emas. Atas capaian tersebut, keduanya dipastikan akan menjadi wakil resmi Kabupaten Jepara untuk berlaga di tingkat Kejurda Pencak Silat di Cilacap mendatang. ​Selain dua emas, kontingen Petekeyan juga berhasil mengamankan tiga medali perak yang diraih oleh Ardika Djovi Pratama, Eva Dwi Rahmayani di kategori Seni Dewasa, dan Muhammad Fardan Jazilussakho. Sementara itu, dua medali perunggu berhasil dibawa pulang oleh Muhammad Ilyas Pratama dan Lu’luil Maknun di kategori Pra Remaja. Adapun Medali yang diraih Kontingen MTS-MA NU Nahdlatul Fata adalah sebagai berikut: ​Medali Emas diraih Achmad Maulana Achsan untuk Kelas D Remaja dan Ihza Abi Zahra Kelas I Dewasa. ​Medali Perak diraih Ardika Djovi Pratama Kelas E Remaja, Eva Dwi Rahmayani Seni Dewasa Putri dan  Muhammad Fardan Jazilussakho Kelas B Remaja, sedangkan ​medali Perunggu diraih Muhammad Ilyas Pratama Kelas B Pra Remaja dan Lu’luil Maknun Kelas F Pra Remaja. ​Menanggapi hasil Kejurcab Pencak Silat Pagar Nusa tersebut, Kepala MTs- MA NU Nahdlatul Fata ​menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada para atlet dan pelatih atas kerja keras untuk mempersembahkan yang terbaik. Terima kasih juga disampaikan atas serta dukungan dari seluruh keluarga besar MTs-MA NU Nahdlatul Fata serta masyarakat Petekeyan. ​"Ini adalah hasil kerja keras para atlet dan pelatih. Kami memohon doa restu agar perwakilan kita yang berangkat ke Cilacap dapat memberikan hasil terbaik dan kembali mengharumkan nama Jepara serta madrasah," ujarnya. ​Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi lain untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga dan seni.
Selengkapnya
Gambar Rayakan Hari Ibu, Siswa MTs-MA NU Nafa Persembahkan Trofi Juara sebagai Kado Istimewa
22-12-2025, 23:01

Rayakan Hari Ibu, Siswa MTs-MA NU Nafa Persembahkan Trofi Juara sebagai Kado Istimewa

JEPARA – Suasana Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2025 di MTs dan MA NU Nafa terasa sangat emosional dan membanggakan. Alih-alih merayakannya dengan seremonial biasa, para siswa berprestasi  memberikan kado istimewa berupa deretan tropi kejuaraan yang berhasil diraih selama bulan Desember sebagai bentuk bakti kepada guru dan orang tua. ​Penyerahan trofi dilakukan secara khidmat kepada para guru perempuan di tengah pelaksanaan apel. Momen ini menjadi simbol penghormatan atas peran ibu sebagai madrasah utama (al-ummu madrasatul ula) yang mendidik karakter generasi sholih dan sholihah. ​Kepala MTs Nafa Petekeyan,  Subekhan yang bertindak sebagai pembina apel memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para siswa, pendamping, pelatih yang telah mengerahkan kemampuan dan strateginya guna mengantarkan anak- anak hebat menunjukkan potensinya dikonversi menjadi juara. Dalam amanatnya, Kepala Madrasah menekankan bahwa prestasi adalah salah satu cara terbaik untuk memuliakan orang tua. ​"Ibu adalah sosok yang tidak lelah merawat dan menyayangi. Cara terbaik bagi siswa untuk membalasnya adalah dengan menghormati mereka dan membuat mereka bangga. Prestasi-prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kalian mampu menjaga amanah orang tua," ujar Subekhan. Adapun rentetan prestasi yang dipersembahkan sebagai "Kado Hari Ibu" tersebut meliputi, pada jenjang MTs Nafa menorehkan prestasi sebagai juara 3 Madya pada lomba LKBB Muria Competition Open se- Jawa Tengah di Kudus dan Juara 1 Liga Catur Percasi Jepara di Kecamatan Kedung Jepara oleh Pecatur Ahsan Toriqul Akbar. ​Pada jenjang MA NU Nafa berhasil mengantarkan Kontingen Sakoma Jepara sebagai juara Umum 1 pada Kemah Kemanusiaan dan Perkemahan Internasional ( KKPI) di Bumi Perkemahan Candra Birawa Semarang. Pada event Olimpiade Ma'arif Nahdlatul Ulama ( OMNU),  MA NU Nahdlatul Fata berhasil menjadi Juara Umum 2 OMNU yang diselenggarakan di Ponpes Amtsilati Bangsri. ​Rentetan keberhasilan ini diharapkan mampu menjadi tradisi MTs- MA NU Nafa sebagai madrasah berbasis sang juara. Selain itu, momentum ini menjadi motivasi besar bagi delegasi MTs Nafa yang tengah bersiap menghadapi ajang Lomba Tsanawiyah Ma' arif Competition (Tsamaco) V yang akan digelar pada 27 Januari 2026 di MTs Darul Ulum Purwogondo. ​Dengan semangat Hari Ibu, keluarga besar MTs-MA NU Nafa berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak terhadap orang tua dan guru.
Selengkapnya
Gambar Borong Piala, MTs dan MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Dulang Prestasi Gemilang di Penghujung 2025
21-12-2025, 22:24

Borong Piala, MTs dan MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Dulang Prestasi Gemilang di Penghujung 2025

JEPARA – Menjelang pergantian tahun, MTs dan MA NU Nahdlatul Fata (Nafa) Petekeyan sukses mengukir tinta emas dalam berbagai ajang kompetisi bergengsi. Tidak tanggung-tanggung, madrasah kebanggaan warga Petekeyan ini berhasil membawa pulang predikat Juara Umum 2 pada ajang Olimpiade Ma’arif NU (OMNU) XV dan prestasi gemilang di tingkat Jawa Tengah. ​Pada perhelatan OMNU XV tahun 2025, delegasi MA NU Nahdlatul Fata menunjukkan dominasi yang luar biasa di berbagai mata lomba OMNU. Berkat akumulasi perolehan juara yang merata dari kategori sains, bahasa, hingga keagamaan, MA NU Nafa dinobatkan sebagai Juara Umum 2. ​Keberhasilan ini disokong oleh performa gemilang para siswa, di antaranya tiga medali emas (Juara 1) yang disumbangkan oleh: ​Wisnu Saputra (Bahasa Inggris) ​Happy Berliana (Biologi) ​M. Aftoni Akhadi (TIK) ​Selain itu, Viola Amanda Adela Vega sukses meraih Juara 2 pada Mapel SKI. Prestasi ini semakin lengkap dengan deretan juara harapan yang diraih oleh Indaha Jannatul Ma’wa (Fikih), Umar Adhy Satya (Bahasa Arab), Luthfi Jazilul Ihtirom (Sejarah Peminatan), Isna Nur Afridiasari (Kimia), dan Fikron Lutfi Hamdani (Matematika Peminatan) ​Tak mau kalah, prestasi membanggakan juga datang dari jenjang MTs. Pada 14 Desember 2025, Tim LKBB Muria Competition se- Jawa Tengah Open MTs NU Nafa berhasil meraih Juara 3 LKBB Muria Kudus untuk kategori SMP/MTs. ​Pencapaian ini tergolong sangat impresif mengingat kompetisi tersebut diikuti oleh 27 tim terbaik dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Kedisiplinan dan kekompakan tim MTs Nafa terbukti mampu bersaing di level regional yang sangat kompetitif. Pada cabang Catur, Akhsan Thoriqul Akbar berhasil menyabet juara 1 Liga Catur Percasi Jepara yang digelar pada tanggal 21 Desember 2025 di Kecamatan Kedung Jepara. ​Rangkaian prestasi yang diraih sejak tanggal 14 hingga 21 Desember 2025 ini menjadi kado terindah bagi keluarga besar Nahdlatul Fata. Keberhasilan ini membuktikan bahwa madrasah mampu mencetak generasi yang unggul, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam aspek kedisiplinan dan keterampilan. ​Kepala MTs Nafa, Subekhan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa serta guru pembimbing yang telah bekerja keras. Diharapkan, rentetan prestasi di akhir tahun 2025 ini menjadi pemantik semangat untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di tahun 2026 mendatang.
Selengkapnya
Gambar Akhsan Thoriqul Akbar, Pecatur MTs Nafa Sabet Juara 1 Liga Catur Percasi Jepara
21-12-2025, 21:37

Akhsan Thoriqul Akbar, Pecatur MTs Nafa Sabet Juara 1 Liga Catur Percasi Jepara

JEPARA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa berbakat dari MTs Nahdlatul Fata ( Nafa) Petekeyan, Akhsan Thoriqul Akbar, atau yang akrab disapa Thoriq. Keberhasilan ini mengukuhkan dirinya sebagai yang terbaik dengan meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi Liga Catur Percasi Jepara yang diselenggarakan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Jepara hari ini, Ahad 21 Desember  2025 di Kecamatan Kedung Jepara. ​Turnamen Catur ini menjadi salah satu kompetisi paling prestisius di Kabupaten Jepara, karena pesertanya tidak hanya diikuti oleh talenta lokal Jepara, namun juga menjadi magnet bagi pecatur dari berbagai kabupaten lain, seperti Kudus, Pati, Banjarnegara, hingga Lamongan. ​Kehadiran peserta dari luar daerah meningkatkan tensi pertandingan, namun Thoriq menunjukkan ketenangan dan strategi yang matang di setiap babak hingga akhirnya berhasil mengamankan posisi puncak kategori SMP/ MTs. Bagi Thoriq, gelar juara ini memiliki makna mendalam karena obsesinya untuk menjuarai Porsema XIII Jawa Tengah kandas setelah ia menjalani operasi menjelang Porsema XIII Jawa Tengah digelar. Di samping itu, beberapa Turnamen Catur yang diikuti sering menempatkan dirinya di posisi Runner Up. Baru beberapa turnamen catur terakhir ini menempatkan Thoriq sebagai juara. Menanggapi hasil Liga Catur Percasi Jepara,  Subekhan, Kepala MTs Nafa Petekeyan mengapresiasi kepada Thoriq dan penampingnya, H. Hariyanto yang tak kenal lelah penuh kesabaran mengantarkan anak didiknya mengikuti berbagai turnamen catur. Ia  berharap tumbuh generasi baru pecatur MTs Nafa yang dapat mengikuti jejak Akhsan Thoriqul Akbar. H. Hariyanto, pendamping atlet catur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Madrasah yang telah memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun materiil, kepada atlet yang berlaga. ​"Kami sangat berterima kasih kepada pihak Madrasah yang senantiasa mendukung penuh para atlet kami. Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi siswa seperti Thoriq untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi," ujar Hariyanto. ​Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain di MTs Nahdlatul Fata terus menggali potensi diri dan tidak menyerah meski sempat menghadapi rintangan.
Selengkapnya
Gambar Keren, MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Berjaya di OMNU XV 2025
21-12-2025, 16:18

Keren, MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Berjaya di OMNU XV 2025

JEPARA – MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai madrasah berprestasi. Dalam ajang Olimpiade Ma’arif NU (OMNU) XV Tahun 2025 yang digelar di Pondok Pesantren Amtsilati Bangsri, Jepara, pada Ahad (21/12/2025), delegasi madrasah ini berhasil memborong sembilan gelar juara di berbagai bidang mata pelajaran. ​Ajang bergengsi yang diikuti oleh 719 peserta dari 49 anggota KKMA 02 Jepara ini menjadi panggung pembuktian bagi siswa-siswi MA NU Nahdlatul Fata. Tidak tanggung-tanggung, tiga medali emas berhasil dibawa pulang melalui performa gemilang di bidang Bahasa Inggris, Biologi, dan TIK. Prestasi yang diraih mencakup berbagai tingkatan, di antaranya: ​Juara 1: Wisnu Saputra (Bahasa Inggris), Happy Berliana (Biologi), dan M. Aftoni Akhadi (TIK). ​Juara 2: Viola Amanda Adela Vega (SKI). ​Juara Harapan 1: Indaha Jannatul Ma’wa (Fikih), Umar Adhy Satya (Bahasa Arab), dan Luthfi Jazilul Ihtirom (Sejarah Peminatan). ​Juara Harapan 2: Isna Nur Afridiasari (Kimia) dan Fikron Lutfi Hamdani (Matematika Peminatan). ​Pencapaian di OMNU XV ini terasa kian spesial karena berdekatan dengan prestasi fenomenal lainnya. Sebelumnya, MA NU Nahdlatul Fata juga berhasil menyabet gelar Juara Umum 1 pada event Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Internasional. ​Kepala MA NU Nahdlatul Fata, H. Nur Khandir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan delegasi MA NU Nahdlatul Fata. Bagi yang belum beruntung jangan berkecil hati, terus semangat untuk menorehkan prestasi di event yang lain. "Prestasi ini adalah kado terindah di penghujung tahun 2025. Terima kasih kepada guru pendamping, tenaga kependidikan, dan para siswa yang telah berjuang luar biasa," ungkapnya. ​Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar MA NU Nahdlatul Fata untuk terus mempertahankan tradisi juara dan meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.
Selengkapnya
Gambar MENGUKUR CAPAIAN MUTU PENDIDIKAN DAN CAPAIAN AKADEMIK, MA NU NAHDLATUL FATA GELAR TKA 2025
05-11-2025, 10:55

MENGUKUR CAPAIAN MUTU PENDIDIKAN DAN CAPAIAN AKADEMIK, MA NU NAHDLATUL FATA GELAR TKA 2025

Jepara (5/11) TKA atau Tes Kemampuan Akademik adalah asesmen yang digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa pada beberapa mata pelajaran tertentu. TKA menggantikan Ujian Nasional (UN) dan disusun oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjaga mutu pendidikan nasional. Tes ini dilaksanakan secara standar dan dapat dilakukan secara daring (online) maupun semi daring (semi online) Tujuan TKA (Tes Kemampuan Akademik) adalah untuk: Mengukur capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar. Menjadi alat ukur capaian akademik nasional dan bahan pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Menjaga mutu pendidikan dan mendukung seleksi akademik. Menyediakan penilaian yang adil antar sekolah. TKA tidak digunakan sebagai syarat kelulusan, melainkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Tahunan Jepara melaksanakan TKA pada gelombang 2, yaitu tanggal 5 dan 6 November 2025, diikuti 103 peserta dalam 3 sesi. Di TKA (Tes Kemampuan Akademik), mata pelajaran yang diujikan bervariasi tergantung pada jenjang pendidikan, dengan fokus pada Bahasa Indonesia, Matematika, dan pilihan mata pelajaran lainnya. Adapun yang diujikan ialah Mata Pelajaran Wajib: Bahasa Indonesia: Mengukur kemampuan analisis teks dan penulisan esai. Bahasa Inggris: Menguji kemampuan membaca dan memahami teks berbahasa Inggris. Matematika: Mencakup topik seperti statistik dan trigonometri. Mata Pelajaran Pilihan: Dua mata pelajaran pilihan yang dapat dipilih siswa sesuai dengan peminatan mereka, seperti Fisika, Kimia, atau mata pelajaran kejuruan. TKA kali ini diawasi oleh pengawas silang dari MA Mada Nusantara Tegalsambi (Intan Khurayyah, S.Pd.) dan MA Al Anwar ( Evi Shofwatul Izza, S.Pd.) selama 2 hari. “Alhamdulillah pelaksanaan berjalan baik dan kondusif, semoga siswa-siswi mendapatkan hasil yang diharapkan”. Ujar Fathur Rohman(Proktor)  
Selengkapnya
Gambar Peringatan Maulid Nabi di MTS-MA NU Nahdlatul Fata, Gus Ghozi Ajak Generasi Muda Mengembangkan Ilmu
07-09-2025, 08:55

Peringatan Maulid Nabi di MTS-MA NU Nahdlatul Fata, Gus Ghozi Ajak Generasi Muda Mengembangkan Ilmu

Dalam rangka membangun karakter siswa dan mensyiarkan ajaran agama, MTS-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan hari ini, Sabtu 6 September 2025 menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Kegiatan yang melibatkan ratusan siswa-siswi, Dewan guru dan Tenaga Kependidikan digelar di masjid Baitu Hidayatit Taqwa Petekeyan Jepara. Hadir Kepala MTs Nahdlatul Fata H. Subekhan dan Kepala MA NU Nahdlatul Fata H. Nur Khandir. Bertindak sebagai pembicara K. Ghozi Abdul Rohman, Pengasuh Pondok Pesantren Salaf- Modern Nurul Huda Mantingan Jepara.Mengambil tema, " Meneladani Nabi sebagai Budaya Islami", acara diawali dengan rentetan shalawat Nabi oleh grup hadlrah El Fata yang diikuti seluruh jamaah yang hadir pada acara tersebut. Rancak rebana dan calty menambah semangat bershalawat. Seluruh peserta duduk berbaris rapi dan khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dipandu Host Ines Naura Fauzia dan Kamila Sausa Nabila. H. Nur Khandir, Kepala MA NU Nahdlatul Fata dalam sambutannya mengapresiasi kepada petugas kegiatan yang diisi oleh siswa-siswi, di antaranya pembaca Tilawatil Qur'an oleh Bilal Din Ali, Tahlil oleh Haris Husain, dan pembacaan Maulid Nabi dari grup Hadroh El Fata.Lebih lanjut Kepala Madrasah mengajak kepada siswa-siswi untuk meneladani Nabi baik Akhlaqnya maupun perjuangannya." Baginda Nabi Muhammad Saw. tidak hanya memberi nasihat, tetapi beliau memberi contoh secara langsung. Sejarah mencatat Nabi memimpin langsung peperangan 27 kali ( ghozwah) sedangkan 38 kali beliau tidak ikut berperang ( sariyah). Nabi berjuang tidak hanya jiwa raganya, tetapi juga harta bendanya digunakan untuk berjuang. Ini membuktikan bahwa perjuangan Nabi Muhammad Saw. secara totalitas, lahir batin, dengan jiwa dan harta. Inilah yang patut kita teladani dari beliau, Baginda Nabi Muhammad Saw. ", tutur H. Nur Khandir.K. Ghozi Abdul Rohman yang didaulat menjadi pembicara berpesan agar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.  menjadi momentum yang dapat menggugah semangat untuk menghidupkan sunnah- sunnah Nabi ( ihyaus sunnah), meneladani Nabi, baik dalam personality maupun kiprah dan perjuangannya. " Mari kita terus belajar menguasai berbagai ilmu, baik ilmu umum maupun agama, karena hidup harus balance.  Lanjutkan belajar kalian nanti, karena tugas kita adalah meneruskan dan mengembangkan ilmu yang diwariskan Nabi kepada para ulama. Nabi tidak mewariskan harta dan benda, tapi  yang beliau wariskan adalah Ilmu. Oleh karena itu, kita berkewajiban menjaga warisan tersebut dan meneruskan pada generasi berikutnya.", tegas Gus Ghozi. ( Sub)
Selengkapnya
Gambar Komitmen Pendidikan Drs. H. Nur Khandir, Dewan Pendidikan Jepara
26-08-2025, 12:40

Komitmen Pendidikan Drs. H. Nur Khandir, Dewan Pendidikan Jepara

Usianya cukup matang, namun dari performanya ia terlihat masih energik, bersemangat, berpenampilan muda, apalagi kalau berbicara tentang pendidikan. Pria yang terlahir bernama Nur Khandir lahir di Jepara, 8 Agustus 1966 ini sangat concen tentang pendidikan. Hampir seluruh hidupnya diabdikan untuk pendidikan. Ia mulai terjun ke dunia pendidikan sejak tahun 1993- 2012 sebagai guru MI Nahdlatul Fata Petekeyan, 1994- 2001 sebagai guru MTs Mafatihul Akhlaq Demangan, dan sejak tahun 1996 sampai sekarang mengabdikan diri di MTS-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan. Ia juga pernah menjadi pengajar di Wajar Dikdas dan Paket C di Ponpes Nurul Huda Mantingan. Pendidikan formalnya ditempuh mulai jenjang MI Nahdlatul Fata Petekeyan, MTs- MA Darul Hikmah Menganti, IAIN Walisongo Semarang, dan Unwahas Semarang, sedangkan Pendidikan nonformal diperoleh di Pondok Al Mukmin Petekeyan, Ponpes Nurul Huda Mantingan, dan Ponpes Al Hadlir Randu Garut Mangkang Semarang. Dalam dunia pendidikan, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan care, dan solutif terhadap berbagai persoalan. Tiap pagi ia sudah berada di madrasah pukul 06.30 siap menyambut siswa-siswi masuk sekolah seraya membentuk kepribadian siswa-siswi untuk membiasakan budaya " nderek langkung". Kepada dewan guru ia selalu berpesan agar ikhlas dalam mengajar dalam arti menambah nilai plus dalam setiap mengajar dan jangan sampai absen kecuali sakit dan keluarganya meninggal. Dalam ranah organisasi berbagai jabatan pernah diemban; Kepala MTs Nahdlatul Fata 1996-2012, Kepala MA NU Nahdlatul Fata 2013- sekarang, Wakil Ketua KKMTs 02 Jepara 2010- 2014. Ketua PC Pergunu Jepara 2015- 2021, Pembina Yapi Nahdlatul Fata, Ketua KKMA 02 Jepara 2019 sampai sekarang, Dewan Pendidikan Jepara 2025- 2030, dan berbagai jabatan keagamaan lainnya. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar dan aktif di berbagai organisasi, H. Nur Khandir dikenal sebagai sosok yang produktif dalam menghasilkan karya berbentuk buku. Ada 7 buku yang telah diterbitkan, yaitu: Jejak dan Tokoh (Mencari Format Ideal Pendidikan), Desaku dalam Bidikan Wartawan, Pelangi Pendidikan, Suka Citaku Bersama Beselit Sahabatku, Legenda Masjid Tua, Impianku Bersama Qoryah Thoyyibah, dan LP. Ma'arif NU Jepara Undercover ( Kugapai dalam Kenangan). Obsesinya dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang bermutu dapat dilihat dalam satu tulisannya, " Refleksi Pendidikan Ma' arif NU, sebuah Proyeksi dan Idealisme". Ia menawarkan kiat Madrasah/ Sekolah maju dari sudut manajemen Kepala Madrasah/ Sekolah, yaitu memiliki visi-misi, membangun Tim Work yang solid, peningkatan kompetensi guru dan Tendik, Evaluasi dan Supervisi secara berkala, penggunaan IT, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, sarana dan prasarana yang memadai, melibatkan murid, membangun budaya mutu, monitoring, dan merayakan prestasi. Selamat mengemban tugas, semoga membawa kemajuan pendidikan di Jepara. * Penulis adalah Kepala MTs Nahdlatul Fata Petekeyan
Selengkapnya
© 2026 MTs MA NU Nahdlatul Fata. All Rights Reserved Eegyo SIMS - Aplikasi Sekolah Super Lengkap